The Sigit

The SIGIT, band asal Indonesia yang beranggotakan 4 orang ini terkenal dengan komposisi musik hard-rock yang sudah diakui oleh Rolling Stone Indonesia. Akar The SIGIT dimulai pada akhir tahun 90an oleh empat anak SMA yang sama-sama menyukai musik rock 70an. Mereka suka mendengarkan musik dari para musisi andal tahun 70an saat di dalam kelas, ketimbang musik Brit-pop, shoegaze, dan modern punk-rock yang menjadi tren pada masanya. Biasanya sepulang sekolah, mereka akan berkumpul di garasi, dan akhirnya menciptakan musik khas The SIGIT hasil perpaduan dari banyak suara yang mereka dengar waktu itu. Gaya musik The SIGIT yang unik membuat band ini sulit untuk dimasukkan dalam salah satu kategori musik di Indonesia.

Terbentuk di awal tahun 2000, saat Limp Bizkit dan Britney Spears menjadi acuan musik di dunia, The SIGIT sempat merasa galau, apakah musik mereka yang dasarnya musik Rock bisa diterima oleh penikmat musik. Untuk mencari tahu hal tersebut, The SIGIT mengundang orang-orang untuk datang ke acara mingguan di garasi mereka untuk membantu memberikan penilaian dan masukan, ditemani oleh beer dan barbeque. Ternyata mereka mendapat sambutan positif dan sadar bahwa mereka tidak perlu khawatir dan terbawa arus lagu yang diputar di radio untuk mendapatkan massa. Kecintaan The SIGIT pada musk Rock 'n' Roll menjadi dasar yang lebih dari cukup.

The SIGIT merilis EP perdananya di akhir tahun 2004 sebagai jawaban atas popularitas acara di garasi mereka. Berkat publikasi yang baik, FFWD -sebagai salah satu perusahaan label, akhirnya mengintrak The SIGIT dan memberikan kesempatan untuk bisa menikmati panggung di luar garasinya. Dengan energi besar, profil The SIGIT berhasil naik ke publik dari satu panggung ke panggung lainnya. Ujungnya adalah rilisan album perdana pada tahun 2007, Visible Idea of Perfection.

Album ini mendapat review positif terutama dari Faster Louder, sebuah perusahaan publikasi Australia. Ulasan positif ini yang membuka jalan The SIGIT untuk menembus pasar internasional, The SIGIT melakukan tur promo album Visible Idea of Perfection di Australia, di luar negeri untuk pertama kalinya. Tahun 2009, The SIGIT mendapat undangan manggung ke Festival Musik di Amerika, SXSW.

Menyusul di bulan Juni, mereka merilis koleksi 10 lagunya berjudul Hertz Dyslexia, termasuk DVD berisi live footage dan video musik. Untuk pesta perilisan ini, The SIGIT menggelar konser solo di Bandung dan berhasil menjual habis tiket sebanyak 3500. Setelah itu, mereka menggelar tur keliling Indonesia dan tentunya nama The SIGIT di stase musik internasional pun terus terdongkrak.

Tahun 2013 The SIGIT merilis album keduanya, Detourn. Judul album ini diambil dari kata dasar 'detournement', yang merupakan variasi dari beberapa karya yang sudah mereka buat dan digubah menjadi karya baru yang berseberangan makna dengan karya aslinya. The SIGIT mulai mengerjakan Detourn di tahun 2009, dan masuk ke studio rekaman di akhir 2011. Proses recording dan mixing selesai di bulan Januari, dan akhirnya Detourn dirilis oleh FFWD Records pada tanggal 16 Maret. Detourn sudah menerima apresiasi yang signifikan. Rolling Stone Indonesia memberikan 4 dari 5 bintang untuk komposisi musik yang cantik hasil perpaduan anthem rock dan orkestra. Dengan dirilisnya Detourn, selang tujuh tahun dari full album sebelumnya, jelas sekali kalau The SIGIT tahu cara mengantisipasi kehausan fansnya.

PERSONEL :ADITYA BAGJA | BassREKTI YOEWONO | Vocal, Guitar, SynthsDONAR ARMANDO | DrumsFARRI ICKSAN | Guitars, SynthsABSAR LEBEH (Additional) | Guitars